Selasa, 26 April 2016

Film baru 2016 yang ditunggu-tunggu

Ada yang mau nonton film?
nih..mimin bakalan  kasih daftar film yang bisa kita tonton nanti..


1.The Huntsman: Winter's War

10 Daftar Film Terbaru April 2016 










Film ini bakalan tayang tanggal 22 april 2016 sinopsinya 
Film "The Huntsman Winters War" menceritakan tentang nasib The Huntsman (Chris Hemsworth) dan Queen Ravenna (Charlize Theron), yang larut dalam sebuah hubungan percintaan yang berbahaya. Jauh sebelum ratu jahat Ravenna (Theron) dianggap telah berhasil dikalahkan oleh pedang Snow White, dia diam-diam memperhatikan bagaimana kakak perempuannya Freya (Blunt) harus menderita atas pengkhianatan dan telah meninggalkan kerajaan mereka.

Freya mempunyai sebuh kemampuan yaitu dapat membekukan musuh-musuhnya, ratu es yang masih muda itu telah menghabiskan waktu beberapa tahun ditempat yang jauh dalam sebuah istana musim dingin untuk membesarkan sebuah kelompok huntsmen mematikan. Termasuk Eric (Hemsworth) dan prajurit Sara (Chastain) hanya untuk mengejar penghargaan diri dan tantangan untuk terus mengeraskan hati atas rasa cinta.

Ketika Freya telah belajar dari kematian kakaknya, dia segera mengumpulkan tentara yang masih dimilikinya untuk membawa cermin sihir (Magic Mirror) sebagai satu-satunya yang tersisa untuk mendapatkan kekuatan darinya. Tetapi setelah dia menemukan bahwa Ravenna ternyata dapat dibangkitkan dari kedalaman sana, adik kakak itu terancam dengan kekuatan kegelapan yang belum pernah ada.


2. Zootopia
Hasil gambar untuk sinopsis zootopia 
 Film ini salah satu favorite mimin nih..film ini katanya bakalan tayang 4 maret 2016, sinopsi film ini
 Film Zootopia bercerita di sebuah kota hewan bernama Zootopia, seekor rubah yang mengalami kejadiantak seperti biasanya. Ia dijebak dan dituduh melakukan kejahatan yang tak dilakukannya. Polisi Zootopia kemudian menengahi masalah tersebut.

Ia adalah sang kelinci yang egois, merasa benar sendiri. Namun, si rubah dan kelinci menjadi sasaran konspirasi oleh kelompok tertentu. Mereka terpaksa harus bergabung dan menyadari kalau musuh juga dapat menjadi teman yang baik.


Makhluk bumi dan makhluk luar angkasa

Apakah kita sendirian di alam semesta yang maha luas ini? Adakah bentuk kehidupan dan peradaban di luar sana untuk ditemukan?

Apakah kita siap untuk pertemuan itu?

Jawabannya adalah tidak, menurut sebuah studi baru yang dilakukan oleh seorang psikolog khusus syaraf asal Spanyol, yang menemukan bahwa manusia tidak cukup cerdas dan terlalu dipengaruhi agama, untuk dapat menghadapi kontak semacam itu.

Studi tersebut, yang diterbitkan dalam Acta Astronautica, dilakukan oleh Gabriel G. de la Torre, seorang profesor Departemen Psikologi di University of Cádiz di Spanyol, yang juga bekerja dalam proyek-proyek untuk Badan Antariksa Eropa dan Yayasan Sains Eropa.

Untuk studinya, de la Torre menganalisa implikasi-implikasi sosiologis dan etis dari kemungkinan interaksi manusia-makhluk luar angkasa (ET).

"Dapatkah keputusan itu diambil atas nama seluruh planet? Apa yang akan terjadi jika hal itu berhasil dan seseorang menerima sinyal kita? Apakah kita siap untuk kontak semacam ini?" de la Torre bertanya-tanya.

Untuk mendapatkan jawaban-jawaban atas pertanyannya, de La Torre mengirimkan daftar pertanyaan kepada 116 mahasiswa/i di Amerika, Italia dan Spanyol. Survei itu dirancang untuk mempelajari pengetahuan astronomi responden, tingkat persepsi mereka mengenai lingkungan fisik, opini mereka mengenai tempat yang dihuni di alam semesta, kemungkinan kontak dengan makhluk ekstraterestrial maupun pertanyaan religius seperti "Apakah Anda percaya Tuhan menciptakan semesta?"

Jawaban-jawaban mereka mengindikasikan bahwa pengetahuan publik secara umum mengenai alam semesta dan posisi manusia di dalamnya, bahkan di tingkat universitas, masih buruk.

"Terkait hubungan kita dengan kemungkinan kehidupan ekstrateresterial, kita seharusnya tidak bergantung pada cara berfikir dengan referensi moral, karena sangat dipengaruhi agama," ujar de la Torre.

"Mengapa makhluk-makhluk yang lebih intelijen harus 'baik'?" tambahnya.

Rasa penasaran de la Torre mengenai kemungkinan pertemuan manusia dan ET memuncak akibat proyek yang saat ini sedang dipertimbangkan oleh Search for Extraterrestrial Intelligence Institute (SETI) di California.

Proyek SETI ini mulai pada akhir 1960an dan awal 1970an dengan sebuah misi untuk memburu sinyal-sinyal yang dipancarkan oleh intelijen ekstraterestrial.

Dalam beberapa tahun terakhir, ada beberapa pihak di SETI yang tidak hanya ingin mendengar sinyal dari makhluk luar angkasa, namun juga mengirim pesan pada mereka secara rutin. Proyek yang diusulkan itu disebut ‘Active SETI’, juga diketahui sebagai METI (Pengiriman Pesan pada Intelijen Ekstra Terestrial).

Sejak 1974, sejumlah pesan spesifik dari Bumi telah dipancarkan ke wilayah-wilayah target di alam semesta dengan harapan ada makhluk luar angkasa yang akan menerimanya dan menyadari bahwa manusia juga ada di sini.

Ahli fisika teoretis dan kosmologi terkenal, Stephen Hawking, telah meningkatkan kekhawatiran mengenai pengiriman pesan-pesan ke wilayah-wilayah yang berjarak tahunan cahaya dari Bumi.

Pada sebuah film dokumenter 2010, Hawking mengatakan berkomunikasi dengan makhluk luar angkasa dapat memberi ancaman pada Bumi.

Hawking membandingkan pertemuan manusia dengan makhluk angkasa luar dengan peristiwa lebih dari 500 tahun lalu antara Christopher Columbus dan suku asli di Dunia Baru.

"Jika makhluk luar angkasa mengunjungi kita, hasilnya akan seperti ketika Columbus mendarat di Amerika, yang tidak berakhir baik bagi suku asli Amerika," ujar Hawking. "Kita harus berhati-hati untuk melihat bagaimana kehidupan intelijen mungkin berkembang menjadi sesuatu yang tidak ingin kita hadapi."

Namun astronom senior SETI melihatnya dengan sudut pandang yang berbeda.

"Kita dapat menyatakan bahwa sebuah budaya yang dapat memproyeksikan kekuatan ke sistem bintang lain setidaknya lebih maju beberapa abad dari kita," ujar Seth Shostak dalam artikel yang ia tulis untuk majalah The Edge.

"Pernyataan ini terpisah dari apakah Anda percaya makhluk secanggih itu akan tertarik berbuat onar dan kerusakan. Kita hanya berbicara mengenai kemampuan, bukan motivasi."

Peneliti de la Torre tidak percaya sejumlah ilmuwan harus memonopoli debat mengenai subyek ini.

"Malah, ini adalah isu global dengan komponen etis yang kuat yang membutuhkan partisipasi semua orang," ujarnya. (VOA)